Langit mulai menggelap. Bulan sudah bersiap menggantikan matahari. Jalanan kota mulai dipadati oleh kendaraan-kendaraan yang baru saja keluar dari gedung-gedung tinggi disana. Di sisi lain, Shala, seorang gadis berumur 15 tahun itu terlihat terburu-buru. Ia meninggalkan tempat lesnya dengan cepat tanpa memikirkan apa pun. Dia hanya harus pulang sebelum azan Maghrib berkumandang. "La! Buku kamu ketinggalan!" "Besok aja, Na!" Nala menggeleng-gelengkan kepalanya, sudah paham dengan apa yang terjadi. Shala pun pergi begitu saja tanpa menoleh kebelakang lagi. ***** Azan maghrib baru saja berkumandang. Shala membuka pintu rumahnya dengan hati-hati, sangat hati-hati. Ia tak mau menimbulkan kegaduhan lagi seperti beberapa hari yang lalu. Usahanya sia-sia, ia membuka pintu dan mendapati ayahnya sedang duduk di kursi dengan tatapan tajam. Shala tak terkejut lagi, ia sudah menebak apa yang akan terjadi. "Kenapa baru pulang?" ucap ayah singkat. "Maaf, yah. ...
Pahlawan, kata yang terdengar tidak asing ditelinga kita. Mungkin pahlawan yang kita tau adalah mereka yang berperang melawan penjajah, mereka yang berjuang demi negara. Mereka yang selalu diceritakan dalam pelajaran sejarah. Pahlawan yang namanya banyak dijadikan untuk nama sebuah gedung/jalan besar, pahlawan yang banyak museum menceritakan tentang beliau. Tapi, menurutku, pahlawan itu bukan hanya mereka. Ada banyak orang yang berjuang demi keluarga, demi masa depan orang lain. Mereka yang berjuang tanpa berharap sebuah imbalan, tanpa sebuah tanda jasa. Seperti ... Ayah. ***** Layar menunjukkan berita tentang virus yang muncul beberapa minggu yang lalu. Awalnya virus itu hanya ada di satu negara, tapi, entah dengan cara apa virus itu masuk ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Ayahku adalah seorang dokter anak. Aku pikir, ia tidak akan dipanggil untuk bertugas saat virus ini datang ke Indonesia. Ternyata aku salah, ia justru dipanggil bertugas untuk menangani pasien anak-...